Menurut penilaian dari seorang Analis Capital Price, Deddy Ertanto, mengatakan bahwa faktor makro ekonomi Indonesia menjadi dasar penopang tren penguatan IHSG. Pasalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terus menguat pada pekan ini. Penggerak kenaikan bisa diprediksi dari saham-saham emiten perbankan, perusahaan pembiayaan (multifinance), perusahaan perminyakan, dan barang konsumsi.
Deddy menambahkan, walau kenaikan IHSG pekan ini tidak signifikan, namun tren penguatan akan terus terjadi untuk jangka menengah. Hal ini terbukti, saat ini IHSG sudah berada diatas 4.000, dan angka ini akan cenderung menguat dan penguatannya akan tetap stabil.
Adapun beberapa faktor dari dalam negeri yang bisa membuat IHSG terus menguat, antara lain kenaikan tingkatan hutang Indonesia ke level layak investasi dan turunnya suku bunga acuan bank sentral. Kondisi rupiah yang sempat melemah pekan lalu dinilai Deddy tidak mencukupi untuk mencegah tren kenaikan IHSG. Investor masih menilai investasi di bursa dalam negeri aman. Karena kondisi makro ekonomi Indonesia cenderung stabil dan kondusif, hal itulah menurut Deddy yang bisa menarik investor.
Sementara itu, kabarnya saham-saham dari emiten perbankan dan perusahaan pembiayaan diprediksi mendapat keuntungan besar. Ternyata aturan Bank Sentral yang menaikan uang muka kredit rumah dan kendaraan dinilai tidak berpengaruh dalam kinerja korporasi. Karena itu, harga saham dari bank masih akan stabil atau cenderung naik.